Setiap kelas memiliki perjalanannya sendiri, dan bagi Kelas 85 (Panglima), perjalanan ini penuh dengan tantangan, kebersamaan, dan kenangan yang tak terlupakan. Dari awal yang penuh ketidakkekompakan hingga menjadi keluarga yang solid, berbagai pengalaman telah mengajarkan mereka arti kebersamaan
Awal Perjalanan: Dari Ketidakkekompakan Menuju Kekompakan
Di awal, Kelas 85 menghadapi tantangan besar dalam membangun kekompakan. Namun, melalui berbagai kegiatan dan pengalaman bersama, mereka mulai menemukan ritme mereka sebagai satu tim.
Kabaret ( P5 ) : Awal dari Sebuah Kekompakan
Salah satu titik awal yang mengubah Kelas 85 adalah Kabaret (P5). Dalam proyek ini, setiap anggota kelas harus bekerja sama untuk menyusun skenario, berlatih peran, serta mempersiapkan segala aspek pertunjukan. Meski awalnya banyak perbedaan pendapat, akhirnya semua bisa bersatu untuk menampilkan kabaret yang mengesankan. Dari sini, Kelas 85 mulai belajar arti kerja sama dan solidaritas.
LDKO: Langkah Menuju Kepemimpinan
Beberapa murid Kelas 85 yaitu Fadhli, Rafif, Alfathia, Fauzan, Danish, Ganie, Omar, Fawwaz, Vanya, Nathifa, dan Akma—memilih untuk melangkah lebih jauh dengan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDKO) sebagai syarat masuk ke Organisasi Darul Hikam yaitu ( ODM ) yang mencakup OSIS, DRI, dan MPK. LDKO menjadi pengalaman yang mengajarkan mereka tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pentingnya bekerja sama untuk kebaikan bersama.
DHOG: Prestasi yang Mempererat Solidaritas
Dalam Darul Hikam Olympic Games (DHOG), Kelas 85 membuktikan bahwa mereka bukan hanya kompak dalam kelas, tetapi juga di arena kompetisi. Dengan meraih Juara 1 Mobile Legends, Juara 1 FIFA 25 (PS), Juara 2 Tenis Meja, dan Juara 3 Futsal, mereka menunjukkan bahwa kerja sama dan semangat juang adalah kunci keberhasilan.
DHRUN: Berlari Bersama Menuju Tujuan
DHRUN menjadi ajang lain yang mempererat ikatan mereka. Saling menyemangati, membantu teman yang tertinggal, dan merayakan setiap langkah bersama membuat mereka semakin sadar bahwa perjalanan ini lebih berarti ketika dijalani bersama.
Penyambutan Isra Mi’raj: Bersatu dalam Keimanan
Dalam momen penyambutan Isra Mi’raj, Kelas 85 belajar tentang kebersamaan dalam spiritualitas. Mengikuti acara ini bersama tidak hanya memperdalam pemahaman mereka tentang agama, tetapi juga menguatkan ikatan mereka sebagai satu keluarga.
Bina Desa di Ciburial: Pelajaran Berharga dari Kehidupan
Saat berkunjung ke Desa Ciburial, mereka mengalami kehidupan yang berbeda dari keseharian mereka. Berinteraksi dengan masyarakat, membantu kegiatan desa, dan hidup bersama dalam suasana sederhana memberi mereka perspektif baru tentang kebersamaan dan rasa syukur.
Amazing Journey ke Malang: Perjalanan yang Tak Terlupakan
Amazing Journey ke Malang menjadi momen penuh kegembiraan dan petualangan bagi Kelas 85. Dari perjalanan panjang, eksplorasi tempat baru, hingga momen-momen seru bersama, perjalanan ini menguatkan ikatan mereka sebagai satu keluarga.
Pengajian Kelas: Menyambut Ramadhan dengan Kebersamaan
Di tengah kesibukan, mereka juga meluangkan waktu untuk mengadakan pengajian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan mereka tidak hanya dalam hal akademik dan kompetisi, tetapi juga dalam hal spiritual.
Makan Bersama: Tradisi yang Menyatukan
Setelah melewati banyak kegiatan, makan bersama menjadi momen yang selalu dinanti. Bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang berbagi cerita, tawa, dan kebersamaan yang semakin mempererat ikatan mereka.
Akhir yang Indah: 85 Adalah Keluarga
Kini, setelah semua yang mereka lalui, Kelas 85 bukan lagi sekadar sekumpulan individu dalam satu kelas. Mereka telah menjadi sebuah keluarga—keluarga yang saling mendukung, berbagi suka dan duka, serta tumbuh bersama. Dari awal yang penuh tantangan hingga akhir yang penuh kenangan, mereka telah membuktikan bahwa 85 bukan hanya sekadar angka. 85 adalah keluarga yang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.
By: Fadhli Izzatul Ramadhan ( 85 )




