Budaya Belajar SMP Darul Hikam

Ditulis Oleh Yudianto, S.S

18/08/2022

 

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Latin yaitu cultura (Wikipedia).

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

  1. Gagasan (wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

  1. Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial, yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, serta didokumentasikan.

  1. Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh, wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Dari pengertian di atas, budaya itu berasal dari konsep, dibuat pola dan dilakukan sehingga terbentuk menjadi arahan, Tindakan sehingga menghasilkan karya atau prestasi. Hal inilah yang mendasari adanya budaya belajar di SMP Darul Hikam. Budaya belajar yang ingin kami kembangkan berawal dari tagline kami “Berakhlak Berprestasi” yang merupakan tujuan dan arah Pendidikan dari proses pembelajaran di SMP Darul Hikam.

Tagline “Berakhlak Berprestasi” bukan hanya tagline biasa, ini menunjukan bahwa ada proses yang menguatkan karakter dari seluruh siswa siswi SMP Darul Hikam yang berujung pada prestasi.  Kami memulai dengan penguatan karakter melalui pembiasaan pembiasaan seperti apel pagi, pelaksanaan shalat berjamaah, show and tell, ekstrakurikuler, club dan kegiatan lainnya. Kegiatan kegiatan ini menguatkan karakter siswa terutama dari 4 profil siswa SMP Darul Hikam yang ingin dikuatkan Santun, Peduli, Disiplin dan Berjiwa Pemimpin.

Ketika karakter terbentuk maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan terarahkan menuju buah prestasi yang sama sama dituju. Proses ini membutuhkan sebuah system pembelajaran yang akan menjadikan basic karakter siswa yang kuat menjadi dasar dalam pengembangan prestasi siswa siswi terutama berkenaan dengan akademik.

Sistem ini kita sebut dengan Mastery Learning atau pembelajaran tuntas dimana sebuah proses pembelajaran haruslah sampai ke ketuntasan dimana semua siswa harus menuntaskan pembelajarannya. Walaupun setiap siswa tidaklah sama dalam kompetensi atau kemampuan, mereka tetap diarahkan untuk menyelesaikan dan memaksimalkan ikhtiarnya dalam mencapai ketuntasan. Walau ritme atau waktu yang dibutuhkan berbeda beda, setiap siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya sehingga ada perubahan pada capaian akademik mereka. Mereka akan menikmati proses ketika berikhtiar-mastery class, mastery tasks dan mastery test.

Try out LKHBS, Try Out Literasi dan Try Out Numerasi, Bedah SKL Siswa, Try Out US, Try Out Pra AKM, Try Out Pra US, adalah contoh kegiatan kegiatan yang menguatkan budaya belajar di SMP Darul Hikam. Proses ini tentu saja tidak mudah, terkadang siswa mendapat nilai tidak maksimal akan tetapi   siswa akan  ‘matang’ ketika berikhtiar mencapai nilai maksimal. Ada nilai nilai yang kami ingin kuatkan dalam proses ini, nilai nilai untuk persistant, ikhlas, dan berkemauan keras.

Apa yang kita lakukan dengan mastery learning merupakan bagian dari target kami untuk membudayakan budaya belajar di SMP Darul Hikam. Serangkaian hal hal kecil yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten dinamakan dengan budaya. Budaya yang menitik beratkan pada proses tentu saja tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar, lakukan dari hal hal kecil, tapi dilakukan berulang ulang secara konsisten, maka akan membudaya.

 

Yudianto, S.S.

Bagikan:

Lihat Berita Lainnya.

SEMASA SMP Darul Hikam

SEMASA SMP Darul Hikam

Selasa, 1 November 2022 sebanyak 149 siswa kelas 6 SD mengikuti kegiatan SEMASA, Sehari Bersama SMP Darul Hikam....

Guest Teacher di SD Darul Hikam

Guest Teacher di SD Darul Hikam

Alhamdulillah, pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2022, Ibu Ari Widiastuti, S.Pd memenuhi undangan SD 1 Darul Hikam...