Saatnya Sadar

Ditulis Oleh Admin SMP DH

31/01/2025

Kita mesti bersyukur bahwa hari ini masih diberikan kesempatan untuk hidup. Bangun tidur, membuka mata, menghirup udara di pagi hari, pertanda bahwa kita masih diberikan peluang untuk mengejar apa yang diimpikan dan memperbaiki apa yang semestinya diperbaiki. Rasa Lelah, malas, takut, semangat, campur aduk rasa itu hadir sebagai bumbu dalam motivasi kehidupan setiap harinya.

Apakah kita pernah benar-benar berdoa ketika bangun tidur?

Apakah pernah kita mengucapkan rasa syukur ketika bangun tidur? Berkata pada diri sendiri bahwa “Terima kasih ya Allah, hari ini Aku masih diberikan kesempatan untuk hidup.”

Apakah pernah kita merasa Bahagia ketika bangun tidur karena Allah memberikan nikmat bernafas, nikmat hidup, nikmat melihat, dan nikmat lainnya?

Begitu luar biasanya momen bangun tidur menjadikan awal dari hal-hal baik yang akan dilakukan setiap harinya. Sebagai seorang manusia, kita punya tugasnya masing-masing. Sebagai pelajar, wajib untuk belajar. Sebagai Guru, wajib mendidik sekaligus terus belajar. Sebagai orang tua, wajib mendidik, mengasuh, belajar, mencari nafkah, dan lainnya. Semua punya tugas lainnya.

Setiap harinya melakukan rutinitas, kebiasaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Rasa Lelah? Pasti ada. Rasa senang, sedih, kecewa, kesal, dan masih banyak lagi pasti dirasakan setiap melakukan rutinitas tersebut.

Tapi ada satu hal yang barangkali belum banyak orang tau.

Sadar.

Tentang sadar, kesadaran, dan berkesadaran.

Sadar artinya “merasa” tahu dan mengerti.

Benar-benar merasakan apa yang sedang dilakukan. Benar-benar tahu dan mengerti atas apa yang dilakukan.

Sejauh ini, kita melakukan rutinitas apakah dengan kesadaran? Atau hanya sebatas menggugurkan kewajiban? Mari kita refleksi.

Bagaimana cara kita memulai untuk sadar?

Mulailah belajar merasakan. Merasakan emosi, segala perasaan yang muncul di dalam hati kita. Merasakan bukan berarti belajar untuk melemahkan. Namun justru menguatkan, supaya kita siap dengan berbagai kondisi kehidupan yang akan datang.

Mulailah untuk paham dan tahu atas apa yang sedang kita kerjakan. Tanyakan pada diri dan referensi, mengapa kita harus belajar? Mengapa kita harus bekerja? Mengapa kita mesti mendidik? Dan pertanyaan “ mengapa “ lainnya untuk meningkatkan kesadaran yang kita miliki.

Jadi, sudah siap untuk sadar?

Mulailah untuk sadar setelah membaca tulisan ini.

Selamat untuk hidup dengan berkesadaran utuh.

@fikrisuhardi (Wakasek Kesiswaan SMP Darul Hikam,. Guru BK SMP Darul Hikam)

Lihat Berita Lainnya.

DH Run 2026 for Education

DH Run 2026 for Education

DH Run 2026, yang merupakan gelaran ke-7 dari kegiatan rutin Majelis Pendidikan Darul Hikam, berlangsung meriah pada...